Benar memang, bahwa menikah
itu indah dan nikmat. Menikah adalah anugerah yang tak bisa dilukiskan dengan
kata-kata.
Namun, jangan sampai timbul
stigma bahwa menikah itu melulu soal keindahan dan kenikmatan; hingga kemudian
gampang rapuh dan goncang saat ada sedikit saja prahara yang mendera
rumahtangga.
Seseorang yang hendak menikah, harus
memiliki mindset (pola pikir & cara pandang) yang benar dan berimbang.
Bahwa, rumahtangga tidak hanya berisi warna indah, nikmat, bahagia, serta
segala kesenangan; namun juga penuh dengan persoalan, probematika, kesulitan,
duka, dan airmata.
Siap suka, siap duka.
Itulah yang mesti selalu ditanamkan dalam jiwa. Terutama, dalam hal-hal
negatifnya, seseorang harus lebih mempersiapkan diri.
Mengapa?
Karena
tabiat dasar manusia tidak perlu melatih diri untuk menerima kesenangan dan
kebahagiaan. Sebaliknya, dia harus sering menempa jiwa untuk siap menghadapi
pahit dan duka, lahir maupun batin.
(Setia Furqon Kholid)