Selamat Datang

Selamat Datang

Sabtu, 30 Mei 2015

MEMBANGUN RUMAH TANGGA TAK SELAMANYA INDAH & NIKMAT

Benar memang, bahwa menikah itu indah dan nikmat. Menikah adalah anugerah yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Namun, jangan sampai timbul stigma bahwa menikah itu melulu soal keindahan dan kenikmatan; hingga kemudian gampang rapuh dan goncang saat ada sedikit saja prahara yang mendera rumahtangga.
Seseorang yang hendak menikah, harus memiliki mindset (pola pikir & cara pandang) yang benar dan berimbang. Bahwa, rumahtangga tidak hanya berisi warna indah, nikmat, bahagia, serta segala kesenangan; namun juga penuh dengan persoalan, probematika, kesulitan, duka, dan airmata.
Siap suka, siap duka. Itulah yang mesti selalu ditanamkan dalam jiwa. Terutama, dalam hal-hal negatifnya, seseorang harus lebih mempersiapkan diri.
Mengapa?
Karena tabiat dasar manusia tidak perlu melatih diri untuk menerima kesenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya, dia harus sering menempa jiwa untuk siap menghadapi pahit dan duka, lahir maupun batin.
(Setia Furqon Kholid)

Belajar Memberi Dari Matahari


Saat kita membuka mata di pagi hari

Ada kehangatan yang Allah berikan dari pancaran sinar mentari
Serta bisik kesejukkan dari udara yang menyapa ceria
Semua itu Allah berikan secara percuma tanpa Allah minta kita untuk membayarnya

Sahabat setia, pernahkah sahabat berpikir betapa mulianya jika kita bisa seperti mentari

Selalu profesional mengerjakan tugas sesuai fungsi masing-masing tanpa mengeluh atau ingin dipuji
Mentari berdedikasi tinggi, memberi kehidupan lewat sinarnya yang memberi energi

Tapi, kita manusia dengan panca indra sempurna masih saja harus bergantung pada orang lain

Belum bisa mandiri meski usia sudah tak muda lagi
Belum bisa berbuat apa-apa meski raga mulai menua

Mungkin, akan sangat indah jika kita bisa menjadi manusia mandiri yang memandirikan orang lain

Menjadi pemuda membanggakan bangsa lewat karya nyata 
Seperti mentari, selalu memberi tanpa menuntut banyak menerima
Tetap bekerja dan berkarya untuk orang lain karena ingin semua berbahagia


Semoga, kita bisa seperti mentari yang senantiasa menyinari

Amiin..
(Setia Furqon Kholid)