Selamat Datang

Selamat Datang

Sabtu, 22 September 2018

PASRAHKAN PADA-NYA

Aku tidak tahu kamu sudah memilih yang lain atau masih ingin sendiri
Tapi aku tahu kok, tak ada yang bisa menyelamatkan diri dari dinamika hati
Hari itu begitu, hari ini jadi begini
Kamu setuju kan kalau hati itu rumit dan tak bisa diselami

Aku tak akan berair mata karena kisah kita
Bagaimana mungkin aku berair mata setelah kamu membuatku bangga
Aku sangat bangga meski tanpa kata
Aku sangat bangga meski tak melihat raga
Aku sangat bangga karena kamu punya sesuatu yang aku damba
Kamu punya prinsip dan itu membuatku bahagia

Jodoh ada di tangan Allah, itu bukan rahasia kita saja
Andai jodoh mau datang dan sudi untuk tinggal membersamai kita
Maka serumit apapun pastilah akan terurai juga
Mau sejauh apapun jarak memisahkan tentu akan dekat juga
Namun bila tali jodoh enggan untuk menghampiri dan menyapa kita
Maka mungkin persaudaraan sesama muslimlah yang bisa mengikat kita

Semoga kesabaran kita berbuah ridho-Nya
Aku pasrahkan kisah kita pada-Nya

(YSK)

Sabtu, 15 September 2018

CAHAYA KEBAIKAN

Mengenalmu, adalah sebuah keajaiban
Melihatmu, mungkin sebuah anugrah
Memang tak pernah ada kata, tak pernah ada kalimat
Karena kisah kita berakhir bahkan sebelum dimulai

Aku kalah cepat?
Pikirku itu hanya satu pekan
Sampai aku lupa akan sesuatu
Aku lupa bahwa satu pekan berarti 168 jam
Aku lupa bahwa satu pekan berarti 10080 menit
Aku lupa bahwa satu pekan berarti 604800 detik
Aku lupa bahwa satu pekan berarti milyaran tarikan nafas

Iya aku lupa bahkan tak sadar
Alangkah banyaknya kemungkinan dalam jangka watu satu pekan
Aku lupa bahwa permata yang berkilauan akan banyak dicari
Aku lupa bahwa permata yang berkilauan tak kan mungkin lama menanti

Tapi akan kusimpan namamu di dalam salah satu sudut hatiku
Wahai wanita cahaya kebaikan
Teruslah berjuang, duhai pejuang
Dampingilah mereka, tunas muda calon pejuang

(YSK)

Kamis, 06 September 2018

PRIHATIN KELANA DUKA

Aduh geulis
Sanajan bari tunggara nu teu aya hinggana
Akang kapaksa nulis ieu surat
Itung-itung ngawakilan jirim akang anu panungtungan

Sataun urang riung mungpulung babarengan
Ngawalah parahu ngambah sagara katresna
Deudeuh, sugan teh poe rek bengras nepi ka sore
Teu ku hanteu maleukmeuk katutup ku mega hideung
Deuh, urang kudu papisah bageur

Tapi sok sanajan kitu akang teu bisa majar kumaha
Rek bongan, bongan kasaha, da nu salah mah ukur akang
Bongan ditakdirkeun jadi lalaki euweuh kaboga

Bral geura miang, geura jugjug sagara kabagjaan
Akang mah tong teuing jadi pikiran
Jalan sorangan masih keneh jauh

Kota Kamelang, 1977
KANG IBING (Alm.)