Banyak diantara kita yang
sebelum menikah, mengangankan pasangan yang kriterianya seperti ini dan seperti
itu. Bagi yang telah menikahpun, pasti masih menyimpan sebuah harapan pada
pasangannya. Harapan agar pasangannya seperti yang ia idamkan.
Salahkah jika kita
menetapkan kriteria atau berharap pasangan saat ini sesuai dengan apa yang kita
inginkan? Tentu tidak, selama hal itu masih dalam koridor syari’at dan apa yang
ia harapkan mampu di penuhi oleh pasangannya. Bagaimana jika harapan itu
terlalu tinggi hingga sulit dipenuhi?
Jika kita mengharapkan
pasangan yang rajin menuntut ilmu (syar'i), sudahkah kita aktif mendatangi
majelis-majelis ilmu? Jika kita mengidamkan pasangan yang halus tutur kata dan
perangainya, sudahkah kita sendiri santun dalam berucap dan berbuat?
Jika kita mengharapkan
pasangan yang rapat menjaga hijab dan kehormatannya serta menundukkan
pandangannya dari lawan jenisnya, sudahkah kita menerapkan hal yang sama pada
lawan jenis kita?
Sungguh jika kita sadar,
ketika mengharapkan pasangan dengan segudang kriteria dan kelebihan.. Cobalah
bertanya pada diri sendiri, “Sudahkah saya cukup baik untuk mendapatkan yang
demikian?”.
Ketika kita memimpikan
pasangan yang 100% sesuai dengan harapan kita.. Jujurlah pada diri sendiri,
“Sudahkah saya memenuhi harapannya akan kriteria pasangan ideal, sempurna
100%?”
Bukan berarti mengharap
mendapat pasangan yang lebih baik itu terlarang. Yang jadi ganjalan adalah
ketika kita muluk-muluk memimpikan si dia yang serba sempurna tanpa cela..
sudahkah kita berkaca? Sudahkah kita melihat pada diri sendiri. Mengukur dan
menakar. Pantaskah kita mendapatkan si serba sempurna sementara kita sendiri..
jauh dari kata sempurna?
Tidak ada yang salah dengan
bermimpi. Asal tetap menjejak pada realita. Jangan sampai mimpi kita justru
menghalangi kita untuk bersegera menikah. Karena terlalu sibuk mengejar yang
sempurna sehingga melupakan yang biasa namun lebih mampu menjaga kita dari
fitnah.
Atau bagi yang telah
menikah, harapan itu menghalangi kita dari rasa syukur akan hadirnya pasangan
yang Allah anugerahkan dalam hidup kita. Terus menuntut pasangan sesuai dengan
keinginannya.
Jadi, teruslah berusaha,
memperbaiki diri dan tak putus berdo’a.. Agar diberikan yang shalih/shalihah
dan menentramkan. Yang terbaik untuk menemani menjalani hari-hari, mewujudkan
rumah tangga penuh sakinah (mawaddah warahmah) di bawah limpahan rahmat-Nya.
(COPAS dari sahabat Facebook)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar