Di antara yang baru dalam kehidupan setelah pernikahan adalah
kejiwaan yang baru, hasil bentukan dari jiwa suami serta jiwa istri yang
terikat dengan rumus tertentu yang tepat.
Jiwa baru ini
tidak terbentuk dengan sendirinya hanya karena ada akad nikah, namun ia
terbentuk dengan sebuah proses. Suami dan istri berinteraksi setiap hari dan
menyusun puzle jiwa dalam satu bidang kehidupan.
Bentuk keping puzle mereka berdua tidaklah sama, tidaklah
berbentuk kotak-kotak sama sisi yang mudah untuk ditata dan mudah untuk
diletakkan memenuhi bidang. Kenyataannya keping puzle yang mereka bawa
berbentuk tidak beraturan, maka ketika disusun untuk memenuhi bidang kehidupan,
selalu ada rongga sisa. Ada ruang kosong yang tidak terisi.
Satu-satunya
cara untuk memenuhi ruang-ruang kosong tersebut adalah dengan mengubah bentuk
keping puzle bersama-sama. Suami bersedia mengubah bentuk keping puzle-nya,
istri bersedia mengubah bentuk keping puzle-ya.
Dengan cara
ini, semua bidang akan terisi dan terpenuhi oleh keping puzle mereka berdua.
By Cahyadi
Takariawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar