Selamat Datang

Selamat Datang

Sabtu, 12 Desember 2020

2 JENIS DOSA YANG DILAKUKAN MANUSIA

Jenis pertama adalah jenis dosa menzalimi diri sendiri. Jenis dosa yang tidak ada sangkut-pautnya dengan orang lain. Berdiri sendiri. Hanya kita sendirilah yang akan menanggung konsekuensinya (Contoh meninggalkan Sholat, Zakat, Shaum). 

Dosa kategori pertama ini dapat ‘dilunasi’ dengan taubat kita secara personal dengan Allah. Kita ‘hanya’ perlu bertaubat dengan sebaik-baiknya dengan harapan dosa kita diampuni. Adalah hak Allah semata untuk mengampuni atau tidak mengampuni kesalahan kita, bergantung tingkat kesungguhan taubat kita. Jika Allah berkenan mengampuni dosa tersebut, maka kembali putihlah catatan amal kita dari dosa tersebut. 

Dosa jenis kedua adalah dosa fahisyah. Dosa yang muncul akibat interaksi kita dengan orang lain, disini ada pihak yang dirugikan baik secara fisik, moril atau materil baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan jenis dosa kedua inilah yang jauh lebih merisaukan dibandingkan dosa jenis pertama. Apa pasal? Dosa fahisyah tidak serta-merta terhapus dengan pengaduan taubat kita secara sungguh-sungguh kepada Allah. Dan keagungan Islam dalam menjaga hak-hak orang yang dizalimi terlihat dalam perkara ini.

Untuk dosa fahisyah, kuasa Allah untuk memberi ampunan akan tergantung dari pihak yang kita sakiti. Dengan kata lain, tanpa pemberian maaf dari orang yang merasa tersakiti oleh sebab perbuatan buruk kita, tidak ada jaminan Allah akan mengampuni dosa kita, meskipun kita telah bertaubat dengan sungguh-sungguh. 

Untuk mendapatkan pengampunan Allah atas dosa fahisyah ini, tidak cukup hanya dengan bertaubat dan beribadah kepada Allah. Untuk dosa fahisyah, pemberian maaf dari orang yang tersakitilah yang menjadi titik awal pertaubatan. (Contoh, mencuri/korupsi, menipu, memfitnah) 

Seperti itulah Islam mewanti-wanti umatnya untuk tidak menzalimi orang lain.

(Disarikan dari ceramah KH Athian Ali Da’i)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar