Selamat Datang

Selamat Datang

Sabtu, 12 Desember 2020

DUA MANUSIA PEMALU

 Tiada yang lebih beku dari perjumpaan dua manusia pemalu. Hadirnya dua katup bibir, tak menjamin ada cuap di sana. Maka merekalah para ahli diam—untuk selanjutnya menjadi para ahli tebak. Karena tak ada yang bisa dilakukan untuk sebuah kebisuan kolektif selain menebak dan menebak. Sebab itu di sanalah kerap terjadi sebuah tragedi memilukan yang biasa kita sebut ‘tertipu oleh apa yang kita reka sendiri.’

Kasihanilah mereka: para ahli memendam rasa; para ahli membisu hati; para ahli sungkan bicara.

Mungkin benar, kita adalah sepasang manusia pemalu. Maksudku, dua manusia pemalu—memangnya siapa aku memasang-masangkan aku dan kamu? Lalu aku memutuskan untuk mengambil langkah-langkah kecil untuk mendekat. Di sana memang ada keyakinan yang besar, tapi ketakutan juga tak begitu saja luput. Ia terus ada mencipta gelisah.

 (Diolah dari tulisan Azhar Nurun Ala)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar