Jika engkau memang tidak bersedia atau ingin menolak pinangan seorang ikhwan yang melamarmu, maka katakanlah dengan JELAS dan jangan memberikan sebuah jawaban SEMU penuh keraguan yang nantinya bisa disalahtafsirkan. Dan jangan pula DIAM, karena nanti akan dianggap sebagai bentuk persetujuan.
Pada dasarnya untuk menolak pinangan seorang ikhwan memang harus tegas dan jangan terkesan memberikan harapan semu ke depan, yg nantinya justru lebih menyakitkan.
Misalnya dengan kalimat: “Afwan akhi, saya bukanlah yang terbaik buat akhi. Allah pasti akan memberikan yg jauh lebih baik untuk akhi”.
Dari jawaban ini, seorang ikhwan harusnya sudah mengerti bahwa engkau menolak pinangannya. Dan lihatlah, jawabannya sama sekali tidak meninggalkan sedikitpun bentuk keraguan ataupun masih memberi harapan. Penolakannya benar-benar penolakan yg serius, tidak sedikitpun memberi harapan, akan tetapi tetap memberi motivasi dan tidak terkesan menjatuhkan harga diri si ikhwan.
Saudariku muslimah, perlu diingat sekali lagi: JANGAN sedikitpun memberi harapan semu kalau memang engkau tidak mau dan tidak mampu memberikannya. JANGAN sampai engkau berkata: “ Afwan akhi, saat ini saya belum bisa menerima karena saya harus menyelesaikan kuliah terlebih dahulu”.
Coba kita cermati sekali lagi kalimat penolakan tersebut. Kalimat itu sama sekali tidak ada unsur ketegasan dalam penolakannya. Kalimat itu masih memberikan harapan dikemudian hari. Saudariku, kalau engkau memang ingin menolak pinangannya, lebih baik engkau sampaikan saja dengan perkataan yg lugas, sebuah pernyataan yg tidak akan menimbulkan keraguan sedikitpun. Karena, boleh jadi ketika engkau berkata demikian itu ( yaitu saat ini masih ingin melanjutkan kuliah ), maka saudaramu itu betul-betul sabar untuk menunggu sampai engkau lulus kuliah. Dan setelah engkau lulus, “Proposal” itu bakal dia ajukan kembali kepadamu. Kalau nanti hal itu terjadi, maka bagaimana engkau akan bersikap..? Tentu engkau tidak ingin dicap sebagai Akhwat yg Plin-Plan bukan..?
Jadi haruslah jelas semua yg engkau katakan kepadanya. Jangan sampai ada kesamar-samaran. Demikian juga engkau wahai saudaraku, bila datang seorang akhwat saudarimu yg mengajukan diri agar engkau melamarnya, dan engkau merasa tidak atau kurang cocok dengannya, maka tolaklah dengan kalimat yg jelas.
(Disarikan dari permatacindera.blogspot.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar