Sebesar apa cintaku
padamu?.. Waktu kelak akan memberitahu..
Karena rasa ini belum
pantas diucap.. Tidak selagi aku masih belum siap..
Karena satu ucapan bisa menodai hati..
Noktah maksiat yang menenggelamkan diri..
Aku terlanjur terjembab
dalam lubang rasa.. Bicara atau diam itu
sama-sama menyiksa..
Namun bila terucap bukan
hanya menyiksa namun sisakan dosa.. Karena kita sama-sama belum siap dan
memendam rasa bisa jadi nista..
Masa depanku dan masa
depanmu siapa yang tahu?.. Namun terkadang kebodohan mengambil alih akal
sehatku..
Kukira dengan mencurahkan
rasa ini padamu akan menenangkan.. Padahal kutahu itu awal musibah yang
berujung pada penyesalan..
Maka mungkin diam adalah
jalan yang terbaik.. Atau kujadikan saja ia beberapa lirik?..
Bagaimanapun aku tak punya
muka.. Bila harus memulai dengan maksiat..
Maka biarlah rasa ini masih
terpendam tanpa diungkap.. Sampai waktunya aku mampu dan pantas untuk
bercakap..
Seberapa
besar cintaku padamu?.. Mungkin engkau takkan pernah tahu..
(COPAS dari facebook)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar