Berikut adalah dampak-dampak yang muncul bila Anda sering
membanding-bandingkan anak Anda dengan orang lain:
1. Kepercayaan diri anak Anda menurun
Ingatlah membanding-bandingkan anak Anda dengan orang lain
bisa menurunkan kepercayaan dirinya. Si kecil bisa merasa rendah diri dihadapan
teman-temannya. Anda tentu tak mau bila anak Anda menjadi minder dengan
teman-temannya bukan? Tak mau bersosialisasi dan senang menyendiri? hal
tersebut bisa menghambat tumbuh kembangnya, maka dari itu berhentilah menbanding
bandingkan anak Anda.
2. Anak Anda tak bisa mengembangkan bakat alaminya
Membanding-bandingkan anak Anda dengan orang lain membuat
Anda terobsesi menjadikan si kecil menjadi sesuatu yang Anda inginkan tanpa
melihat bakat terpendam yang mungkin anak Anda miliki. Ingatlah selalu bahwa
setiap anak memiliki keunikan tersendiri, tak ada yang sama dan mereka berbeda.
Jadi tak ada yang salah bila anak Anda menyukai musik, bermain piano atau
belajar memasak. Mereka memiliki bakat dan ketertarikan yang berbeda. Memaksakan
kehendak mengenai apa yang harus anak Anda kerjakan tanpa melihat minat dan
ketertarikan si kecil sama saja mematikan bakat dia. Biarkanlah mereka
mengembangkan kemampuan dan minatnya sesuai apa yang mereka inginkan karena hal
tersebut bisa membawa banyak kebaikan bagi si kecil nantinya.
3. Menumbuhkan kebencian
Kegiatan membanding-bandingkan ini hanya akan menumbuhkan
kebencian pada Anda dan juga menimbulkan dendam pada teman yang menjadi
pembanding dengannya. Anda tentu tak ingin jika buah hati Anda tumbuh menjadi
pribadi yang menyimpan kebencian serta dendam pada orang lain bukan? Hal
tersebut sangat buruk bagi perkembangan mental anak Anda.
4. Mereka selalu mengingatnya
Mungkin Anda akan terkejut dengan kenyataan bahwa
membanding-bandingkan pencapaian anak dengan pencapaian orang lain sangat
melukai hati anak Anda dan hal tersebut akan selalu ia ingat serta bawa
sepanjang hidupnya. Hal tersebut tentu tak baik bagi mental dan pribadi anak
Anda, maka dari itu biarkanlah si kecil bertumbuh kembang sesuai dengan
kemampuannya.
5. Anak Anda menjadi pribadi yang pesimis dan selalu
berpikir negatif
Anda tentu tahu bahwa semua kesuksesan selalu datang dari
pola pikir yang optimis dan positif. Kebiasaan Anda membanding-bandingkan si
kecil dengan orang lain membuat dia menjadi pribadi yang pesimis dan selalu
berpikir negatif. Anak Anda selalu berpikir bahwa dia akan selalu kalah dan
menjadi yang terakhir. Ketakutan-ketakutan seperti ini malah membatasi
kreatifitas si kecil sehingga akhirnya ketakutan-ketakuan ini menghantarkan dia
kepada kegagalan yang selalu ia pikirkan.
6. Menumbuhkan sikap sombong dan angkuh
Memberitahukan segala pencapaian anak Anda pada semua orang,
membangga-banggakan anak Anda dihadapan orang lain secara berlebihan tidaklah
baik. Hal tersebut bisa menumbuhkan sikap sombong dan angkuh pada diri anak
Anda. Anda tentu tak ingin melihat si kecil tumbuh menjadi pribadi yang
memiliki sifat sombong dan angkuh bukan? Berbangga atas pencapaian anak Anda
tentu boleh dan sah-sah saja, hanya lakukanlah hal tersebut pada porsinya dan
jangan melebih-lebihkan. Ingatlah, membesarkan anak bukanlah sebuah persaingan
tentang seberapa layak dan hebat Anda sebagai orang tua, tetapi seberapa besar
kasih sayang yang Anda berikan pada anak Anda sebagai orangtua sehingga anak
Anda dapat bertumbuh kembang dengan baik dan bisa mengembangkan bakat serta
kemampuannya yang akan berguna dihidupnya nanti.
(COPAS dari Facebook)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar