Itu kisah mereka, ditulis dengan
tinta emas mereka. Kita tidak mungkin masuk ke dalamnya. Dalam kisah mereka
mungkin kita cuma cameo atau figuran yang muncul di beberapa adegan saja.
Akan kita tulis kisah kita
sendiri, sejarah kita sendiri, dengan tinta kita sendiri. Entah ditulis dengan
tinta emas yang berkilauan, atau dengan tinta pulpen seharga 2 ribu perak yang
biasa kita beli di warung pinggir jalan.
Kisah kita mungkin tidak heroik,
kisah kita mungkin tak gemerlap, kisah kita mungkin tidak menarik jika diangkat
ke layar lebar, kisah kita mungkin malah akan banjir keringat dan air mata.
Tapi satu hal yang harus kamu
ingat
Ini adalah kisah kita.
Yang harus kita mainkan, yang
harus kita perjuangkan
Disini kita pemeran utamanya,
disini kita bintangnya
Ya, ini kisah kita.
(Yunan Satia Kusumah)
(Yunan Satia Kusumah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar