Selamat Datang

Selamat Datang

Rabu, 18 Oktober 2017

KALAU KITA NIKAH NANTI, KAMU MAU JADI APA?

Kalau aku, aku ingin sekali jadi teman pertama yang kamu bagi kisahnya tentang kegiatan-kegiatan yang kamu lakukan, jadi teman pertama yang kamu bagi tentang rencana-rencana yang sedang kamu rancang.
.
Aku ingin jadi nahkoda kapal yang baik. Yang akan memberitahumu dikala kamu lemah, sementara di depan kita berdiri menghadang batu es yang besar dan dibutuhkan kerjasama untuk melaluinya. Aku akan meminta pendapatmu tentang tempat-tempat indah yang akan kita datangi selanjutnya. Aku ingin menjadi si pemecah keheningan dikala perjalanan seakan membosankan.
.
Aku ingin jadi temanmu dalam meraih impian, menggenggam tanganmu ketika kita seakan kehilangan harapan dan menemanimu menjalani panjangnya lautan kehidupan.
.
Kalau kamu mau jadi apa?
.
(Olah ulang dari sebuah tulisan di sebuah blog)

MAAFKAN AKU

Ingin sekali kupinjamkan bahuku ini untuk kau sandari saat kau menangis, ingin sekali tangan ini membasuh air matamu saat air mata itu meleleh membasahi pipimu, ingin sekali aku membersamaimu ketika kau sedang berjuang menjalani hidup yang hanya satu kali ini. 
.
Tapi kita berdua tahu bahwa itu semua tidaklah mungkin untuk dilakukan. 
.
Bukankah hanya Alloh yang kita harapkan keridhoannya?, bukankah kita ingin menjalani semuanya dengan cara yang baik?, bukankah mengharap senang dalam berjuang bagai merindukan bulan di tengah siang?
.
Aku tahu ini berat. Ketika kita memutuskan untuk saling menjauh justru ketika raga ini mendamba kedekatan. Ketika rindu, seberapa pun pekatnya tetap tak dapat jua untuk bisa disampaikan.
.
Maafkan aku yang tak berbakat menerjemahkan keterdiaman. Aku yang terlalu lugu—merasa bahwa semua baik-baik saja. Maafkan aku yang kurang punya keterampilan untuk mengerti apa yang ada di dalam hati. Maafkan aku yang tak menyadari kau yang diam-diam berairmata. Menangis dalam sunyi untuk menyembunyikan kesedihan. Menyimpannya sendiri di tempat-tempat yang tak mungkin kutemui. Maafkan aku yang hanya bisa melakukan ini.
.
Maafkan aku yang hanya bisa berkata, Tenanglah…, ada Alloh.

(YSK)

SEPENGGAL RASA KETIKA AKAD


Bagaimana rasanya bila seseorang yang paling kau cintai berjalan ke arahmu, menggenapkan langkah-langkah kecilnya untuk berjanji sehidup-semati menemanimu dalam sedih atau bahagia-untuk selama-lamanya.
.
Bagaimana rasanya bila langkah-langkah itu kian dekat, semakin dekat, dan semakin dekat lagi, hingga membuat dadamu berdebar hebat? Sementara tatap mata dan senyuman terbaiknya hampir membunuhmu dalam kebahagiaan.
.
Beberapa menit ke depan, hidupmu dan hidupku akan segera berubah. Ini bukan hanya tentang menjadi sepasang suami istri, lalu kita bersama sepanjang waktu melakukan apa saja yang kita mau, tetapi lebih berat lagi. Bagiku, selepas ijab-qabul, kamu akan segera menjadi bagian dari tanggung jawabku. Aku berkewajiban membahagiakanmu, memenuhi segala kebutuhanmu, mendidik, dan membimbingmu ke Surga yang aku sendiri ragu bisa mencapainya. Semoga kita bisa melakukannya bersama-sama.
.
Tanganku dan tangan ayahmu telah saling menjabat, Ia mengeratkan genggaman tangannya. Menatap lekat mataku. Di sanalah, sesuatu yang asing seketika hadir dalam diriku-semua tentangmu, semua tentang kita. Semua perasaan bercampur, menerbitkan keyakinan sekaligus keraguan, sementara segalanya telah benar-benar dekat. Saat semua mata, amsal bagi penglihatan dan pengetahuan Tuhan tentang segala sesuatu, tertuju kepada kita.
.
Suasana seketika menjadi hening. Kekhidmatan menjalari semua yang hadir. Ujung mata kiriku kembali menangkap wajahmu yang kini tampak lebih gugup. Bibirmu tak berhenti, berzikir atau membacakan doa apa saja-aku bisa menduganya.
.
Lalu terjadilah pengalihan tanggung jawab itu, sederet kata yang sederhana tapi bisa membuat seorang ahli bicara sekalipun tergagap melafalkannya. Terucaplah sudah apa yang seharusnya terucap, hingga tak terasa air mata mengambang di pelupuk mataku, ada rasa hangat yang membuat napasku jadi berat. Aku menoleh ke arahmu, kamupun menoleh ke arahku. Aku melihatmu mengusap air mata- semoga kamu juga berbahagia. Kita bertukar senyum dengan cara yang asing-tapi begitu membahagiakan. Cinta seolah terbentang di antara kedua senyum kita. Kamu tersipu, aku tersipu.
.
Dengan terucapnya kata-kata itu maka kini kamu telah sah menjadi istriku, mengubah semua yang asalnya haram menjadi halal. Dan seketika itu pula kisah kita segera dimulai.
.
(diolah dari buku Rumah tangga karya Fahd Pahdepie)

25 PERTANYAAN DARI ISTRI SHOLEHAH BUAT CALON SUAMI

1. Bagaimana anda pertama kali mengenal Allah? Tolong ceritakan sedetil mungkin.

2. Kapan pertama kali anda bertaubat yg sungguh sungguh? Kalau boleh tahu, kesalahan apakah yang anda mintakan ampun kpada Allah waktu itu? Pernahkah anda mengulangi kesalahan itu? Apa yg akan mungkin membuat anda terjerumus lagi pada kesalahan itu di masa mendatang? (jika dia menganggap itu aib yang anda tak perlu tahu, jangan sekali-kali anda mendesaknya untuk menjawab. Tunjukkan rasa hormat anda atas pilihannya untuk tidak menjawab).

3. Adakah kesalahan kepada Allah yang selalu anda lakukan dan sampai hari ini belum anda mintakan ampun kpada Allah? Kalau boleh tahu kesalahan apakah itu? (Begitu juga yang ini)

4. Seberapa sering anda ingkar kepada Allah terutama kalau sedang sendirian? Dalam bentuk apa keingkaran anda itu? (Begitu juga yang ini)

5. Tolong ceritakan bagaimana hubungan anda dengan Allah saat ini

6. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal mengikuti shalat fardhu berjamaah sesudah adzan berkumandang? Kenapa?

7. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal membaca Quran minimal 50 ayat per hari? Kenapa?

8. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal bangun shalat malam/ tahajjud?

9. Dalam seminggu terakhir, Berapa hari yg anda lewatkan tanpa bershodaqoh atau berinfaq untuk orang miskin dan sabilillah?

10. Tolong sebutkan 5 langkah pertama dan yang akan anda lakukan secara istiqomah untuk membangun rumah tangga yang taat kpada Allah dan Rasul-Nya? Kenapa anda memilih ke-5 langkah tersebut ? Bagaimana cara anda melaksanakannya?

11. Saya mau buka rahasia. Sebenarnya, saya sudah memiliki seorang laki-laki yang sangat saya cintai. Orangnya kalem, pintar, ganteng, dan sangat sopan. Hanya kepada dia saya memberikan cinta saya lebih dari kepada lelaki lain. Bersediakah anda mengizinkan saya melanjutkan cinta saya kepada lelaki ini, kalau anda suami saya? (Biarkan dia salah tingkah dulu. Mungkin juga dia akan menjawab secara emosional. Perhatikan mimic wajahnya, wajah seperti itulah yang akan anda lihat setiap kali kelak anda bertengkar dan mengingatkan dia dengan ayat Allah atau hadist Rasulullah. Setelah anda merekam mimic wajahnya, barulah anda katakana…)laki-laki itu bernama Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana caranya supaya saya semakin mencintai beliau, lebih dari saya mencintai suami saya?

12. Apa saja rencana anda dalam menghidupkan sunnah nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi wa sallam dalam rumah tangga yang akan anda bangun? Bagaimana anda akan melaksanakannya?

13. Ada 3 hal yg insyaAllah akan selalu saya perbaiki dalam diri saya secara bersungguh2 sampai saya mati yaitu ibadah, ilmu dan ‘amal shalih saya. Apa saran anda untuk saya?

14. Tentang Ibu anda, ceritakan sebanyak mungkin hal penting yg menurut anda perlu saya ketahui tentang beliau?

15. Sejak anda dewasa, pernahkah anda membuat beliau sangat marah? Apa sebabnya? Apa yg anda lakukan setelah itu?

16. Dalam seminggu terakhir, berapa kali anda mencium tangan dan memeluknya dengan mesra? Kalau anda tinggal kota dengan beliau, berapa kali anda menelponnya dalam seminggu terakhir? Apa kata2 yang paling sering anda sampaikan ke beliau sebelum anda menutup telepon?

17. Jika Ibu anda melakukan kesalahan, apa yg anda lakukan utk mengingatkannya?

18. Menurut anda, adakah hal tertentu dari ibu anda- apakah itu perkataan maupun perbuatan- yang sangat mempengaruhi cara anda memperlakukan wanita, terutama kelak isteri anda? Apakah itu? 

19. Jika kelak terjadi pertengkaran atau ketegangan antara Ibu dan isteri anda, apa yg akan anda lakukan? 

20. Tentang Ayah anda, ceritakan hal2 penting yg menurut anda perlu saya ketahui ttg beliau?

21. Apa saja yg menurut anda bisa menghancurkan sebuah hubungan suami isteri? Apa rencana anda untuk menghindarinya?

22. Apa saja menurut anda bisa menggagalkan sebuah rumah tangga dalam menghasilkan anak2 yg shalih? Apa rencana anda utk menghindarinya?

23. Ttg mencari nafkah, kalau pendapatan ekonomi RT anda kurang memadai, jenis pekerjaan apa yg sebaiknya dilakukan oleh isteri anda utk membantu mencari nafkah?

24. Ta’adud ( menikahi lebih dari satu isteri) merupakan salah satu aturan Allah yg Maha sempurna, berikut syarat dan akibat2nya baik utk laki2 dan perempuan. Apa pandangan anda ttg ta’addud?

25. Bagaimana mati yg anda inginkan? Apa rencana2 anda utk itu?

Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala membuka segala sesuatu yang paling mendasar, untuk anda ketahui tentang dia, lewat pertanyaan-pertanyaan diatas. Tetapi ada satu hal kecil yang perlu anda lakukan sebelum anda bertemu dia. Pergilah kedepan cermin, pandangilah bayangan mata anda, lalu tanyakan satu persatu pertanyaan diatas tadi kepada diri anda sendiri, dan jawablah dengan jujur.

sumber: http://ainulmardhiyah.abatasa.co.id/post/detail/13723/25-pertanyaan-dari-istri-sholehah-buat-calon-suami.html