Selamat Datang

Selamat Datang

Rabu, 18 Oktober 2017

MAAFKAN AKU

Ingin sekali kupinjamkan bahuku ini untuk kau sandari saat kau menangis, ingin sekali tangan ini membasuh air matamu saat air mata itu meleleh membasahi pipimu, ingin sekali aku membersamaimu ketika kau sedang berjuang menjalani hidup yang hanya satu kali ini. 
.
Tapi kita berdua tahu bahwa itu semua tidaklah mungkin untuk dilakukan. 
.
Bukankah hanya Alloh yang kita harapkan keridhoannya?, bukankah kita ingin menjalani semuanya dengan cara yang baik?, bukankah mengharap senang dalam berjuang bagai merindukan bulan di tengah siang?
.
Aku tahu ini berat. Ketika kita memutuskan untuk saling menjauh justru ketika raga ini mendamba kedekatan. Ketika rindu, seberapa pun pekatnya tetap tak dapat jua untuk bisa disampaikan.
.
Maafkan aku yang tak berbakat menerjemahkan keterdiaman. Aku yang terlalu lugu—merasa bahwa semua baik-baik saja. Maafkan aku yang kurang punya keterampilan untuk mengerti apa yang ada di dalam hati. Maafkan aku yang tak menyadari kau yang diam-diam berairmata. Menangis dalam sunyi untuk menyembunyikan kesedihan. Menyimpannya sendiri di tempat-tempat yang tak mungkin kutemui. Maafkan aku yang hanya bisa melakukan ini.
.
Maafkan aku yang hanya bisa berkata, Tenanglah…, ada Alloh.

(YSK)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar