.
Tapi kita berdua tahu bahwa itu semua tidaklah mungkin untuk dilakukan.
.
Bukankah hanya Alloh yang kita harapkan keridhoannya?, bukankah kita ingin menjalani semuanya dengan cara yang baik?, bukankah mengharap senang dalam berjuang bagai merindukan bulan di tengah siang?
.
Aku tahu ini berat. Ketika kita memutuskan untuk saling menjauh justru ketika raga ini mendamba kedekatan. Ketika rindu, seberapa pun pekatnya tetap tak dapat jua untuk bisa disampaikan.
.
Maafkan aku yang tak berbakat menerjemahkan keterdiaman. Aku yang terlalu lugu—merasa bahwa semua baik-baik saja. Maafkan aku yang kurang punya keterampilan untuk mengerti apa yang ada di dalam hati. Maafkan aku yang tak menyadari kau yang diam-diam berairmata. Menangis dalam sunyi untuk menyembunyikan kesedihan. Menyimpannya sendiri di tempat-tempat yang tak mungkin kutemui. Maafkan aku yang hanya bisa melakukan ini.
.
Maafkan aku yang hanya bisa berkata, Tenanglah…, ada Alloh.
(YSK)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar