Izinkan aku mengingat.
Ketika Kita melewati hari ditemani sinar mentari.
Melihat kembali pada jejak kaki yang saat ini telah kita tinggalkan.
Dan bertanya, “Di mana kita sekarang?”.
Lalu semua ingatan itu berkelebat saat kita menelurusi kembali.
Pada jalan-jalan yang sering kita lewati.
Pada tempat-tempat yang sering kita kunjungi.
Dan pada rumput-rumput basah yang telah sama-sama kita jejaki.
Semua bercerita tentang ingatan itu sendiri.
Dalam satu hela nafas perjuangan, demi mengejar asa dan cita-cita.
Sebentar lagi kita akan memilih jalan masing-masing.
Dengan menggenggam kelemahan dan kekuatan, kita akan menghadapinya.
Sehingga untuk pertama kalinya, kita akan memulai berlari untuk hari esok.
Walaupun kita terbang menuju langit yang berbeda.
Perasaanku takkan terhenti, sampai sekarang pun tetap tersimpan di dalam hati.
Mengapa setiap orang hanya memikirkan tangisan?
Padahal di sini masih ada senyuman sejati.
Selamat tinggal bukanlah kata-kata yang menyedihkan.
Itu adalah teriakan yang menghubungkan kita dengan masing-masing mimpi.
Terima kasih karena sudah menjadi bagian dari sejarah hidupku.
Semoga kalian sehat selalu dan berbahagia diluar sana.
Akan ku peluk hari-hari yang telah ku jalani bersama teman.
Maafkanlah semua kesalahanku ini.
Hanya ini yang bisa aku berikan pada kalian.
Sebuah hadiah tanpa bentuk yang biasa disebut dengan kenangan.
(YSK)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar