Can,
Mereka memang bukan kita/ biarkan mereka/ mereka adalah mereka/ mereka bintang, kita apa/ mereka cahaya, kita entah/ mereka memang beda/ biarkan mereka tertawa/ sampai saatnya mereka tahu/ hidup tak selalu ada tawa.
Biarkan juga mereka mewarnai/ sesuka hati/ pemandangan/ sawah dan gunungnya/ burung di langitnya/ sampai saatnya mereka tahu/ kata orang/ ini tak boleh merah/ itu harus putih.
Biarkan sinduk jadi ibu kecil/ bagi si merah atau boneka yang copot matanya/ mengendongnya/ di depan atau di belakang/ mendekap dan menendangnya/ sampai mereka tahu/ bisa jadi merekalah boneka itu.
Mas,
Aku biarkan kamu berlarian/ di kamar/ dan di dapur/ melompat menabrak siapa/ nikmati itu/ sampai kamu tahu/ nyatanya kakimu lemah untuk sekadar berlari dalam hidup ini.
Can,
Biarkan mereka berebut jajanan/ atau sirup merah hijaumu/ meski riuh/ meski malu/ biarkan mereka/ simpan malumu/ mungkin esok berguna/ karena kini dunia tidak malu lagi untuk cuma berebut makan.
Biarkan juga jika itu sekadar tangis/ keras, bising, dan bikin kesal/ karena esok boleh jadi mereka sudah malu untuk menangis/ itu tak kan lama lagi/ sebentar lagi, kita akan rindu tangis mereka/ bukankah kini kita telah rindu tangis kita sendiri?
Sayangku,
Biarkan mereka pasaran/ meski pinset kita hilang/ dan tutup panci nangkring di meja tamu/ biarkan mereka lupa membereskan sendok dan ember kita/ kita habiskan cadangan lupa mereka/ semoga kelak mereka tidak lupa pada tugas dan peran mereka.
Biarkan mereka bermain petak umpet/ meski mereka kacau dan curang/ sampai mereka tahu/ betapa curangnya petak umpet dunia ini/ kadang semuanya ngumpet/ kadang sebaliknya/ bukankah dunia kita lebih kacau dari dunia mereka?
Mereka perlu belajar.
Biarkan tawa itu/ tangis itu/ ribut itu/ kacau itu/ curang itu/ biarkan itu/ biarkan, Can/ karena mereka perlu belajar.
Anakku,
Bermainlah sepuasmu/ bapakmu menjagamu/ sampai nanti/ atau besok/ bapakmu tak bisa bermain/ sampai sebentar lagi/ bapakmu di mana/ mainlah terus/ sampai saatnya kalian tahu/ bahwa duniamu ini cuma permainan.
EKO NOVIANTO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar