Bagaimana tak harus
menjaganya? Padahal kita sudah mengeluarkannya dari lingkungan yang selama ini
menjaganya.
Bagaimana tidak menemaninya? Padahal
kita sudah membuatnya terpisah.
Bagaimana tidak harus
bertanya padanya? Padahal kita adalah orang barunya.
Bagaimana tidak harus
mendengarnya? Padahal dulu, dia punya orang yang selalu mendengarnya.
Bagaimana tidak harus
menafkahinya? Padahal dulu ada bapaknya.
Bagaimana boleh tidak
mengajarinya? Padahal tanggung jawab itu sudah beralih dari walinya.
Bagaimana tidak harus
bersabar darinya? Padahal dia sudah terbiasa menjadi bintang di hati bapaknya.
Bagaimana boleh
menyakitinya? Padahal dulu, ketika sikunya tergores, hati bapaknya luka
menganga.
Bagaimana tidak
mencemburuinya? Padahal dia tumbuh sehat dan sholihah dari cemburu bapaknya.
Bagaimana boleh tidak
memarahinya? Padahal dulu, dia terjaga karena pagar batas bapaknya.
Bagaimana boleh
mengabaikannya? Padahal dulu, bapaknya mengikat hatinya pada hati perempuanmu
ini.
(Eko Novianto)