Selamat Datang

Selamat Datang

Sabtu, 12 Desember 2020

KERJAKAN BAGIANMU

 Orang lain pintar bahasa asing kita tidak, tak usah gusar.

Orang lain pintar bisnis  kita tidak, tak usah risau.

Orang lain pintar public speaking kita tidak, tak usah galau.


Kalau ada orang sakit tentu Dokter yang dipanggil.

Tapi kalau WC dirumah mampet tentu tukang sedot WC yang dipanggil.

Tidak mungkin WC yang mampet bisa diselesaikan oleh seorang Dokter begitupun sebaliknya.

Setiap orang punya kelebihannya sendiri dan tak akan sama dengan orang lain.

Cari, temukan, lalu asah kelebihan yang ada pada dirimu.


Burung tidak akan menang dengan Ikan dalam hal berenang.

Sebagaimana Ikan tak akan menang dengan Burung dalam hal terbang.

Tidak ada yang namanya hebat disegala bidang.

Kerjakan saja bagianmu dengan maksimal.

NASEHAT PERNIKAHAN

 Teruntuk sahabat-sahabat yang akan menikah atau baru saja menikah.

Mungkin mencintai dan dicintai adalah resiko terbesar dalam hidup.

Karena ada suka dan duka didalamnya.

Tidak bijak jika hanya memikirkan manisnya pernikahan.

Tapi juga tidak adil jika hanya memikirkan keruwetan yang ada didalamnya.


Yang harus ditanamkan dalam hati adalah kamu menikahi seorang manusia.

Yang bisa tertawa sampai cekikikan, sama seperti kamu.

Yang bisa menangis sampai mengharu biru, sama seperti kamu.

Yang senantiasa bisa berbuat salah, sama seperti kamu.

Kamu menikahi seorang manusia, disitu kuncinya.


Hilangkanlah ego,dewasalah dalam bersikap.

Suatu saat badai akan datang.

Bahtera rumah tangga akan diterpa angin kencang.

Memang lautan kehidupan tidak hanya cerita suka cita.

Ketika keadaan genting itu terjadi.

Ingatlah ketika kalian mengambil keputusan untuk berlayar bersama.

Semoga hal itu akan membuat layar bahtera tetap terkembang.

Karena kalian akan bilang, sekali layar terkembang pantang surut kebelakang.


Selamat berbahagia, selamat berjuang.

(YSK)

Orang Kecil Orang Besar karya Gus Mus (Ringkasan)

 Suatu hari yang tak cerah

Di dalam rumah yang gerah 

Seorang anak yang lugu

Sedang diwejang ayah-ibunya yang lugu


Ayahnya berkata:

Anakku,

Kau sudah pernah menjadi anak kecil

Janganlah kau nanti menjadi orang kecil!

Orang kecil bila ikhlas diperas

Jika diam ditikam

Jika protes dikentes

Jika usil dibedil,”

“Orang kecil jika hidup dipersoalkan

Jika mati tak dipersoalkan


Sang Ibu wanti-wanti:

“Betul jangan sekali-kali jadi orang kecil

Orang kecil bila jujur ditipu

Jika menipu dijur

Jika bekerja digangguin

Jika mengganggu dikerjain,”


“Lebih baik jadi orang besar

Bagiannya selalu besar.”

“Orang besar jujur-tak jujur makmur

Benar-tak benar dibenarkan

Lalim-tak lalim dibiarkan.”

“Orang besar boleh bicara semaunya

Orang kecil paling jauh dibicarakannya saja.”

“Orang kecil jujur dibilang tolol

Orang besar tolol dibilang jujur

Orang kecil berani dikata kurangajar

Orang besar kurang ajar dibilang berani.”

“Orang kecil mempertahankan hak disebut pembikin onar

Orang besar merampas hak disebut pendekar.”


Besok entah sampai kapan

si anak terus mencoret-coret

dinding kalbunya sendiri:

“Orang kecil??? Orang besar!!!”

10 TIPE ORANG YANG ENGGAK ENAK DIAJAK NGOBROL

1. Si Autobiografi

Menceritakan kisah hidupnya dengan detail. Mulai dari kisah percintaan sampai harta warisan. Kalau dibuat buku, barangkali akan tembus 300 halaman. Mula-mula memang tidak menjadi masalah, tapi kalau terus-menerus diceritakan, berulang, dan semakin panjang, rasanya lebih baik ngobrol dengan Farhat Abbas.

2. Mr/Mrs. Encyclopedia Wannabe

Kalau kita membicarakan topik A, dia akan nyamber seolah-olah paling ahli di topik A. Kalau kita membicarakan topik Q, dia akan melakukan hal yang sama. Kadang kasihan terhadap manusia jenis ini, sebegitu kerasnya dia berusaha untuk menyamakan frekuensi pengetahuan. Padahal kalau dia menutup mulutnya sebentar saja, banyak wawasan yang bisa dia dapat. Toh yang maha tahu cuma Tuhan.

3. Tokoh Oh Mama Oh Papa

Hidup tuh kayaknya syuraaam banget. Semua isi obrolannya tentang keluhan. Saya sering sekali heran, mengapa orang seperti ini masih bisa hidup dan tidak berakhir dengan tragedi bunuh diri mengingat beban penderitaan yang dia alami.

4. Narsis Stadium Kronis

Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Tapi orang yang benar-benar hebat tidak perlu menceritakan prestasi-prestasi yang ia raih. Seperti teori ketika menulis: show, don’t tell. Di atas langit ada langit. Kamu tidak sehebat seperti yang kamu pikirkan.

5. Si Muka Dua

Orang tipe ini adalah teman berbincang paling berbahaya. Di depan mulutnya manis seperti bibir Vino, di belakang paitnya udah kayak soal-soal SPMB.

6. Badan Intelijen Apalah-apalah

Biasa memakai modus “eh kata si anu kamu begini-begitu” padahal dianya yang kepo. Sok-sok menjaga rahasia sumber demi menjaga kode etik pertemanan, padahal tidak semua teman suka main rahasia-rahasiaan. Kalau memang tidak ingin main “katanya-katanya”, lebih baik tidak usah minta klarifikasi.

Sebaliknya, ada juga orang yang lebih suka menanyakan sesuatu tentang urusan si A ke si F. Padahal dia kenal dengan si A, padahal punya kontaknya. Sok-sokan jadi detektif swasta gitu deh. Ghibah dan tabayyun memang tipis bedanya.

7. Apatis

Tipe orang yang akan mendegradasi ketahanan mental dalam menghadapi carut-marut kehidupan. Tidak ada orang lain dalam kepalanya, yang ada hanya dia dan urusannya sendiri. Dalam beberapa kasus, si apatis cukup menyenangkan, tapi kalau kita sedang membutuhkan teman berbagi lebih baik hindari orang tipe ini.

8. Sindrom Psikolog

Menggelontorkan kesimpulan dan saran-saran bahkan tanpa diminta. “Kamu harus begini dan harus begitu” adalah mantra pamungkasnya. Manusia dewasa yang sedang curhat biasanya tahu apa yang harus mereka lakukan, yang dibutuhkan hanyalah tempat berbagi, tidak selalu minta solusi. Nah, si psikolog gadungan ini selalu merasa dia lebih tahu diri kita dengan lebih baik. Padahal sifat seseorang adalah labirin yang setiap kelokannya selalu memuai dan lebih rumit. Tidak usah sok-sokan jadi Ikarus.

9. Mr/Mrs. Everything I’ve Done

Ketika kamu sedang bercerita pernah kerja di kantor anu, lalu lawan bicara mengaku pernah bekerja di tempat yang sama? Atau ketika kita menunjukkan satu keahlian, si lawan bicara mengaku memiliki keahlian yang sama? Sinkronisasi itu nggak harus maksa, Bung dan Nona. Setiap manusia memiliki pengalaman dan keahlian yang tidak serupa. Kenapa sih harus bangga menjadi tipikal? Cara untuk mencari kecocokan atau memperpanjang durasi percakapan tidak harus sebegitu menyedihkan.

10. Saya Kenal Semua Orang

Saya curiga kalau tipe orang seperti ini diam-diam punya keinginan terpendam untuk menjadi pegawai badan sensus. Merasa mengenal baik setiap orang yang sedang kita ceritakan lalu koar-koar bahwa dia begitu dekat dengan objek pembicaraan. Iya kalau betul, kalau ngarang? Dunia ini tidak sesempit celana Miley Cyrus, asal kamu tahu.

(COPAS)

MODUS KORUPSI

Markup Anggaran

Ini adalah yang paling populer dan paling sering terjadi. dana anggaran digelembungkan dari kebutuhan sebenarnya.Parahnya, kadang penggelembungannya sampai berlipat lipat dari anggaran sebenarnya.  Sebagian besar koruptor di indonesia memakai modus ini.

Markdown Pendapatan/Pemasukan 

Markdown sering terjadi pada petugas lapangan. Misalkan para petugas parkir, penarik iuran,penarik pajak dan sebagainya. Misalkan pemasukan sebenarnya 1juta, tapi dilaporan cuma 900ribu. Yang 100rb ditilep masuk kantong pribadi.  Polantas yang sering nilang pengendara, sebagian memakai modus ini. Kalau menurut UU, uang denda itu masuk negara kan? tapi kenyataanya masuk kantong.

Suap Aktif

Suap aktif adalah suap yang dilafalkan secara langsung oleh pejabat. Misalkan pejabat bidang lelang tender proyek, sebelum lelang, dia bilang ke peserta tender, "kalau nanti kamu ngasih saya 20% dari nilai tender, gue menangin deh tender nih buat loe". ya itu contoh suap aktif, Si pejabatlah yang meminta bagian dari proyek. Contoh kasus ini adalah korupsi alquran yang sedang ramai diberita. Termasuk para oknum yang menjanjikan kepada CPNS untuk membayar sekian juta maka nanti akan diterima jadi PNS.

Suap Pasif

suap pasif adalah suap yang berasal dari pihak kedua. Misalkan seorang mahasiswa yang menyuap dosennya sekian juta agar bisa lulus pendadaran, Uang ucapan terimakasih dari sipemenang tender,  padahal pihak pertama (pejabat) tidak meminta dan sejenisnya.Uang money politics yang diberikan calon pejabat ke para partisannya.  Anda bisa memberi contoh yang lain. Korupsi jenis ini marak dan tersebar diberbagai aspek kehidupan.

Pungutan diluar aturan UU

Sering ada di kantor kantor kecamatan, desa, kepolisian, kantor swasta, pasar dan sebagainya. oknumnya bisa berseragam atau non seragam. Kalau yang berseragam. Dari pembuatan KTP,KK dan sebagainya biasanya pungutan ini tidak ada ketetapan UU pasti tentang berapa besarnya. Misalkan anda mau buat surat kehilangan, lalu yang kehilangan bilang:" berapa pak?" lalu si bapak polisi bilang :" Seiklasnya". Nah ini sebenarnya juga pungutan liar. Kalau memang ada peraturan resmi pasti ada keterangan" buat surat kehilangan 10.000, beradasarkan UU no sekian tahun sekian. Iya kan?

Pemberian hadiah

biasanya sama dengan suap pasif, pihak pejabat diberi hadiah, entah mobil, tiket, hotel, fasilitas dll yang sebenarnya tidak ada aturannya. Tentunya si pemberi hadiah punya maksud agar urusannya di mudahkan.

Memotong bantuan 

Sering dilakukan oleh para pejabat penyalur bantuan. Dari pejabat dinas, petugas lapangan, aparat desa bahkan sampai RT/RW sering terjadi. Alasannya untuk alasan administrasi.

Menaikan biaya dari yang sebenarnya 

Yang paling nampak ada di KUA, kalau di undang undang hanya sekian puluh ribu, tapi kenyataannya sampai diatas 500ribu. Itu belum termasuk uang salam tempel dari mempelai setelah ijab qobul. Termasuk disini adalah petugas parkir, biasaya 1000, mintanya 2000. Termasuk para penjaga toko, warnet dan sebagainya yang melakukan pembulatan ketas. misal biaya warnet hanya 1800, tapi operator bilang 2000.

Nah, sekarang cek diri kita deh? Yakin kita ga korupsi? Cek lagi? kita itu korban korupsi atau kita koruptor itu sendiri, terlepas dari besar kecilnya nilainya! Mari kita sama sama introspeksi, jangan cuma jadi seperti komentator  yang bisa teriak teriak "NO KORUPSI" tapi malah korupsinya paling gede dan ga ngerasa.

copas dari http://jejakcandra.blogspot.co.id/

BALEENDAH DALAM KENANGAN

 


Izinkan aku mengingat. 

Ketika Kita melewati hari ditemani sinar mentari. 

Melihat kembali pada jejak kaki yang saat ini telah kita tinggalkan.

Dan bertanya, “Di mana kita sekarang?”.


Lalu semua ingatan itu berkelebat saat kita menelurusi kembali. 

Pada jalan-jalan yang sering kita lewati. 

Pada tempat-tempat yang sering kita kunjungi. 

Dan pada rumput-rumput basah yang telah sama-sama kita jejaki. 

Semua bercerita tentang ingatan itu sendiri.

Dalam satu hela nafas perjuangan, demi mengejar asa dan cita-cita.


Sebentar lagi kita akan memilih jalan masing-masing.

Dengan menggenggam kelemahan dan kekuatan, kita akan menghadapinya.

Sehingga untuk pertama kalinya, kita akan memulai berlari untuk hari esok.

Walaupun kita terbang menuju langit yang berbeda.

Perasaanku takkan terhenti, sampai sekarang pun tetap tersimpan di dalam hati.


Mengapa setiap orang hanya memikirkan tangisan?

Padahal di sini masih ada senyuman sejati.

Selamat tinggal bukanlah kata-kata yang menyedihkan.

Itu adalah teriakan yang menghubungkan kita dengan masing-masing mimpi.


Terima kasih karena sudah menjadi bagian dari sejarah hidupku.

Semoga kalian sehat selalu dan berbahagia diluar sana.

Akan ku peluk hari-hari yang telah ku jalani bersama teman.

Maafkanlah semua kesalahanku ini.


Hanya ini yang bisa aku berikan pada kalian.

Sebuah hadiah tanpa bentuk yang biasa disebut dengan kenangan.

(YSK)

MEMORI PERJUANGAN

 Kuraup dedaunan kering dan melukiskan mimpiku dengan ujung jari yang membeku.

Aku memiliki sayap, tapi tak dapat menerbangkannya

Aku takut menjadi sendiri dan merasakan kepahitan

Lalu melangkah menuju mimpi yang sunyi

Dan mencari jawaban itu dalam kegelapan

Jika kita mengucapkan selamat tinggal kepada orang lain,

Apakah kita dapat berubah dan menjadi lebih kuat?

Sejak aku memahami bahwa tak ada hal yang abadi

Hari ketika kita tertawa bersama, hari ketika kita berjuang bersama..

Dengan kuat, dengan dalam terukir di hatiku

Itulah mengapa kita

Dan bukan pula orang lain, tak dapat dikalahkan oleh siapapun

Lantangkan suara kita dan mengucap janji “Aku akan hidup dengan caraku sendiri!”

Buktikan pada mereka yang meragukan kita

Bahwa kita bukan orang-orang kelas dua

Kita memiliki kata-kata yang kita bagi

Yaitu teriakan yang menghubungkan suara dari hati ke hati

Aku takkan melupakan kebanggaanku, teman-temanku.. menuju langit

Tahun-tahun itu tidaklah sia-sia

(YSK)

2 JENIS DOSA YANG DILAKUKAN MANUSIA

Jenis pertama adalah jenis dosa menzalimi diri sendiri. Jenis dosa yang tidak ada sangkut-pautnya dengan orang lain. Berdiri sendiri. Hanya kita sendirilah yang akan menanggung konsekuensinya (Contoh meninggalkan Sholat, Zakat, Shaum). 

Dosa kategori pertama ini dapat ‘dilunasi’ dengan taubat kita secara personal dengan Allah. Kita ‘hanya’ perlu bertaubat dengan sebaik-baiknya dengan harapan dosa kita diampuni. Adalah hak Allah semata untuk mengampuni atau tidak mengampuni kesalahan kita, bergantung tingkat kesungguhan taubat kita. Jika Allah berkenan mengampuni dosa tersebut, maka kembali putihlah catatan amal kita dari dosa tersebut. 

Dosa jenis kedua adalah dosa fahisyah. Dosa yang muncul akibat interaksi kita dengan orang lain, disini ada pihak yang dirugikan baik secara fisik, moril atau materil baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan jenis dosa kedua inilah yang jauh lebih merisaukan dibandingkan dosa jenis pertama. Apa pasal? Dosa fahisyah tidak serta-merta terhapus dengan pengaduan taubat kita secara sungguh-sungguh kepada Allah. Dan keagungan Islam dalam menjaga hak-hak orang yang dizalimi terlihat dalam perkara ini.

Untuk dosa fahisyah, kuasa Allah untuk memberi ampunan akan tergantung dari pihak yang kita sakiti. Dengan kata lain, tanpa pemberian maaf dari orang yang merasa tersakiti oleh sebab perbuatan buruk kita, tidak ada jaminan Allah akan mengampuni dosa kita, meskipun kita telah bertaubat dengan sungguh-sungguh. 

Untuk mendapatkan pengampunan Allah atas dosa fahisyah ini, tidak cukup hanya dengan bertaubat dan beribadah kepada Allah. Untuk dosa fahisyah, pemberian maaf dari orang yang tersakitilah yang menjadi titik awal pertaubatan. (Contoh, mencuri/korupsi, menipu, memfitnah) 

Seperti itulah Islam mewanti-wanti umatnya untuk tidak menzalimi orang lain.

(Disarikan dari ceramah KH Athian Ali Da’i)

SAYA ANTI DEMOKRASI

Oleh : EMHA AINUN NADJIB

Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentangUmmat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam – harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.

Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

“Agama” yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.

Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Qurandan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.

Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur’an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.

Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: “Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis ‘gitu…”

Lho kok Arab bukan etnis? Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.

Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah “Yarim Wadi-sakib…”, itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.

Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap c gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.

“Al-Islamu mahjubun bil-muslimin“. Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri.

dari status fbnya pak Eko Novianto

MY WILL

Dulu waktu kecil pernah ada masa ketika dalam pergaulan anak kecil bahwa pilihan music ini gaul, pilihan musik  itu kuno, band yang ini keren dan band yang itu cupu.

Ada juga cerita ketika 

Tentang cara berpakaian, cara dan gaya bicara, teman yang diajak bermain, permainan yang dilakukan. 

Yang ini bagus,  yang itu jelek.

Seolah semuanya sudah terdesain dan kita hanya memakan hasil akhirnya. 

Tanpa memikirkannnya dan apakah itu sesuai dengan keinginan kita atau tidak,

Dipaksa oleh sesuatu diluar diri kita seperti kehendak mayoritas atas nama pertemanan, ngikuti trend atau apalah namanya.

Setelah dewasa makin banyak cerita tentang gaya hidup yang dijalani, kebiasaan-kebiasaan, hobi, pergaulan, 

Kenapa harus sama dengan kalian?

Ketika musim ini jadi begini, ketika musim itu ikut begitu, 

Kok seolah olah harus sama dengan kalian, memangnya harus ikut ngekor terus ya.

Nggak ah, kalau menurutku baik baru kuikuti. Kalau menurutku nggak baik, sorry aku  nggak ikutan.

TENTANGKU DAN BUKU

 


Pertama kali suka baca buku itu dulu waktu belum masuk sekolah orang tua suka beliin majalah bobo, buku saku Paman Gober sama majalah Donal Bebek, bahkan sempet juga langganan sampai tiap minggu nunggu harinya majalah edisi mingguan itu terbit. 

Setelah ayah meninggal pas kelas 6 SD saya gak bisa lagi langganan majalah-majalah itu karena kondisi ekonomi keluarga yang harus diketatkan dan majalah-majalah itu bukanlah menjadi prioritas kala itu. Saya mencoba mensiasati hal ini dengan berkunjung ke perpustakaan sekolah ketika SMP tapi saya harus kecewa karena ketika ke perpustakaan SMP yang ada cuma buku-buku pelajaran dan jujur saya gak suka karena sudah cukup pusing dengan buku pelajaran yang ada di kelas hehe. 

Terus terang sejak itu saya jarang lagi baca buku karena trauma kali ya dengan isi perpustakaan sekolah yang isinya cuma buku pelajaran aja, tapi pas SMK ada temen yang suka bawa buku komik jepang ke sekolah seperti samurai x dan detective conan hasil pinjeman dia dari perpustakaan mana gitu saya lupa, nah dari dia ini saya bisa kembali “menuntaskan hasrat” membaca buku khususnya yang bergambar karena memang dari kecil sukanya buku-buku kayak gitu. Jadi ya setiap dia bawa komik ke sekolah kita temen-temen di kelas numpang baca bahkan kita request komik yang ingin dipinjam ke teman kita itu.

Kalo seneng novel dan buku buku lainnya itu ketika udah kerja waktu itu demam novel ayat-ayat cinta dan ketika cinta bertasbih karya Habiburahman El Shirazy (meskipun 2 novel ini saya cuma punya pdfnya hehe), saya rasa ceritanya bagus dan ada sesuatu yang bisa diambil dari cerita-cerita itu, gak Cuma cerita kosong makna belaka. Nah dari situ saya mulai hunting buku karya-karyanya kang Abik yang berikutnya kayak Cinta suci zahrana, Dalam mihrab cinta dll sampai akhirnya bukan karya kang Abik aja, tapi karya dari novelis lain yang ceritanya bagus seperti tere liye atau dari luarnya macam Akiyoshi Rikako mulai saya koleksi.

Dan yang terakhir saya seneng banget waktu lihat ke toko buku sekarang banyak komik-komik islami yang gak hanya gambarnya bagus tapi muatan cerita di dalamnya masyaAlloh sangat bermanfaat, mengajari tanpa terkesan menggurui sekaligus menghibur seperti Pengen jadi baiknya mas Ardian Candra, 33 Pesan Nabinya Om vbi djenggotten, dan juga gambar itu haram? Karyanya Bang Zia Ul Haq. Saya yang urat aslinya memang suka cerita bergambar jadilah kembali “melalap”komik-komik bagus itu sampai sekarang.

Beli buku itu gak pernah rugi karena selain jajan awet, Buku itu merupakan aset berharga yang tidak lekang dimakan zaman.

Ini ceritaku mana ceritamu.

SAMPAI SAATNYA

 Can,

Mereka memang bukan kita/ biarkan mereka/ mereka adalah mereka/ mereka bintang, kita apa/ mereka cahaya, kita entah/ mereka memang beda/ biarkan mereka tertawa/ sampai saatnya mereka tahu/ hidup tak selalu ada tawa.

Biarkan juga mereka mewarnai/ sesuka hati/ pemandangan/ sawah dan gunungnya/ burung di langitnya/ sampai saatnya mereka tahu/ kata orang/ ini tak boleh merah/ itu harus putih.

Biarkan sinduk jadi ibu kecil/ bagi si merah atau boneka yang copot matanya/ mengendongnya/ di depan atau di belakang/ mendekap dan menendangnya/ sampai mereka tahu/ bisa jadi merekalah boneka itu.

Mas,

Aku biarkan kamu berlarian/ di kamar/ dan di dapur/ melompat menabrak siapa/ nikmati itu/ sampai kamu tahu/ nyatanya kakimu lemah untuk sekadar berlari dalam hidup ini.

Can,

Biarkan mereka berebut jajanan/ atau sirup merah hijaumu/ meski riuh/ meski malu/ biarkan mereka/ simpan malumu/ mungkin esok berguna/ karena kini dunia tidak malu lagi untuk cuma berebut makan.

Biarkan juga jika itu sekadar tangis/ keras, bising, dan bikin kesal/ karena esok boleh jadi mereka sudah malu untuk menangis/ itu tak kan lama lagi/ sebentar lagi, kita akan rindu tangis mereka/ bukankah kini kita telah rindu tangis kita sendiri?

Sayangku,

Biarkan mereka pasaran/ meski pinset kita hilang/ dan tutup panci nangkring di meja tamu/ biarkan mereka lupa membereskan sendok dan ember kita/ kita habiskan cadangan lupa mereka/ semoga kelak mereka tidak lupa pada tugas dan peran mereka.

Biarkan mereka bermain petak umpet/ meski mereka kacau dan curang/ sampai mereka tahu/ betapa curangnya petak umpet dunia ini/ kadang semuanya ngumpet/ kadang sebaliknya/ bukankah dunia kita lebih kacau dari dunia mereka?

Mereka perlu belajar.

Biarkan tawa itu/ tangis itu/ ribut itu/ kacau itu/ curang itu/ biarkan itu/ biarkan, Can/ karena mereka perlu belajar.

Anakku,

Bermainlah sepuasmu/ bapakmu menjagamu/ sampai nanti/ atau besok/ bapakmu tak bisa bermain/ sampai sebentar lagi/ bapakmu di mana/ mainlah terus/ sampai saatnya kalian tahu/ bahwa duniamu ini cuma permainan.

EKO NOVIANTO

2 KEJADIAN KEBETULAN TAK TERLUPAKAN

Pernah dulu waktu kelas 3 sd pas ulangan umum ada pertanyaan pelajaran bahasa Indonesia yang inti pertanyannya adalah siapakah pengarang sebuah puisi yang cukup terkenal. Waktu itu blank pisan, sama sekali gak ada bayangan siapa sih ni orang yang ngarang puisi. Nah kebetulan waktu itu lagi rame-ramenya sea games 1997. Timnas Indonesia main bagus banget bahkan sampai ke final meskipun akhirnya kalah oleh Thailand lewat babak adu penalti. Waktu itu skuad Indonesia masih dihuni oleh pemain-pemain legend seperti Fachri Husaini, Aji Santoso, Kurniawan, Bima Sakti, Aples Tecuari, Uston Nawawi dan dilatih pelatih asal Belanda Henk Wullems. Diantara para living legend itu ada seorang pemain yang namanya CHAIRIL ANWAR, kalo gak salah dia ini seorang bek makanya kurang terkenal dibanding nama-nama yang udah disebut di atas. Gak tau gimana itu nama tiba-tiba aja ada di dalam otak. Mulailah ajian jawab asal-asalan dimulai, saya tulis itu nama dengan pedenya di kolom jawaban. Seminggu kemudian pas kertas ulangan umum dibagiin, eh itu jawaban BENER. Kemungkinan 1 banding 1 triliyun itu jawaban benernya ya nggak.😂

Waktu kelas 4 sd saya pernah lupa ngerjain PR matematika, karena yah selain kurang suka selama pelajarannya dan juga game Nintendo di rumah rasanya lebih asyik daripada PR itu hehe. Pas besoknya di kelas ngeliat temen-temen pada rariweuh ngerjain itu PR jadi kebawa juga pengen ikut ngerjain, dan itu ngedadak coba 5 menit sebelum bel masuk bunyi. Soal PRnya 5 atau 10 soal gitu saya lupa, tapi yang jelas jenis soalnya pilihan ganda. Mau ikut nyalin punya temen gak akan sempet, apalagi kalo harus ngerjain sendiri, mengali, membagi, mengurang dan menambah wah mana mungkin. Nah muncul lagi ide untuk ajian jawab asal-asalan nulis jawaban ABCD nya aja karena memang waktu gak akan sempet lagi. Jadilah itu jawaban sepuluh soal cuma dalam waktu kurang dari 2 menit. Pas buku PR itu dinilai eh ternyata nilainya 6 padahal temen temen yang ngerjain serius banyak yang dapet nilai di bawah itu hehehe.

DUA MANUSIA PEMALU

 Tiada yang lebih beku dari perjumpaan dua manusia pemalu. Hadirnya dua katup bibir, tak menjamin ada cuap di sana. Maka merekalah para ahli diam—untuk selanjutnya menjadi para ahli tebak. Karena tak ada yang bisa dilakukan untuk sebuah kebisuan kolektif selain menebak dan menebak. Sebab itu di sanalah kerap terjadi sebuah tragedi memilukan yang biasa kita sebut ‘tertipu oleh apa yang kita reka sendiri.’

Kasihanilah mereka: para ahli memendam rasa; para ahli membisu hati; para ahli sungkan bicara.

Mungkin benar, kita adalah sepasang manusia pemalu. Maksudku, dua manusia pemalu—memangnya siapa aku memasang-masangkan aku dan kamu? Lalu aku memutuskan untuk mengambil langkah-langkah kecil untuk mendekat. Di sana memang ada keyakinan yang besar, tapi ketakutan juga tak begitu saja luput. Ia terus ada mencipta gelisah.

 (Diolah dari tulisan Azhar Nurun Ala)

MENGHILANG

 Apa yang bisa membesar-besarkan hal kecil? Apa yang bisa membuat hal remeh jadi penting? Apa yang membuat banyak sumber daya terengut dengan mudah? Apa yang membuat waktu-waktu kita terbuang? Apa yang membuat sumber daya mudah melayang? Apa yang membuat harga diri kerap tersulut? Apa yang membuat ego kerap bergesekan? Apa yang membuat kita tahan lama mempresentasikan diri? Apa yang kerap membuat kita jengah mendengar penuturan orang lain? Apa yang membuat kita rajin menelisik orang lain sambil abai pada kelemahan diri? Apa yang bisa membuat kebusukan kita terasa wangi semerbak harum? Apa?

Keinginan untuk tampil dan keinginan untuk menjadi tatapan manusia.

Jika pun, dunia tak mudah lagi mengijinkan kita menghilang dari tatapan manusia, cobalah pastikan kita masih punya waktu-waktu untuk menerka-nerka seperti apa kita dalam tatapanNya.

Belajarlah juga soal menghilang.

EKO NOVIANTO

JANGAN MENYESAL MENIKAH DENGANNYA

 Anda tidak memerlukan orang yang sempurna untuk menjadi pasangan hidup anda.

Yang anda perlukan hanyalah seseorang yang bersedia menemani anda, mengerti diri anda, bisa menerima kondisi anda, mau menjadi sahabat anda dalam suka dan duka, mau melewati hidup bersama dalam segala keadaannya.

Anda tidak memerlukan seseorang yang sempurna untuk menjadi suami atau istri, Karena memang tidak ada lelaki sempurna, tidak ada perempuan sempurna.

Siapapun yang anda pilih untuk menjadi pendamping hidup, ia selalu memiliki kekurangan. Sebagaimana anda pun memiliki kekurangan.

Maka jangan pernah berharap kesempurnaan dari manusia. Setelah melakukan usaha memilih calon jodoh terbaik, kemudian sudah anda ambil keputusan untuk menikah dengannya, maka terimalah ia dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Jangan menyesal menikah dengannya, ketika kelak anda menemukan sisi kekurangan yang belum anda lihat sekarang.

(COPAS)

TERIMA KASIH HUJAN

 Kepada hujan, barangkali kita memang perlu mengucapkan terima kasih yang dalam. Hadirnya telah membuat apa-apa yang tak terungkap tetap rahasia. Karena ternyata, hujan tak hanya menghapus titik rindu, tapi juga melarutkan kenangan-kenangan.

Tidak semua apa yang kita rasa perlu diungkapkan, bukan? Sebagian rasa memang membahagiakan ketika diungkapkan. Sebagiannya lagi menentramkan bila dipendam. Boleh jadi sisanya ada untuk dilupakan.

Dalam diam kita, hujan memang terlalu banyak bicara. Tapi bagaimanapun, sampaikanlah terima kasih yang dalam padanya, sebab-sekali lagi,-hadirnya telah membuat apa-apa yang tak terungkap tetap menjadi rahasia. Barangkali inilah cara kita menghapus rindu, membiarkannya larut bersama hujan.

Kita sama sadar, sama merasa, tapi diam-diam sepakat untuk tak menyembuhkannya sebab perih itu begitu kita nikmati. Sebab juga, katanya, pelangi hanya akan hadir setelah gerimis usai.

Memutar rencana… Tak pasrah begitu saja…? Untuk apa? Untuk ucapkan selamat tinggal dengan lambaian tangan tak berdaya ditambah air mata yang tak henti menetes dramatis? Untuk membuat lukaku dan lukamu makin menganga?

Konsekuensi dari kesemuanya adalah kini kita hidup berkawan rindu. Dalam bisu. Dalam keterdiaman. Dalam tepukan-tepukan sebelah tangan, sepakat untuk membiarkan luka ini sembuh dengan sendirinya-bersama waktu, dalam penantian yang lugu.

Aku belajar bahwa perpisahan-sedramatis apapun ia berlangsung-tak selamanya getir. Kadang ia berjalan begitu manis. Tapi perpisahan, semanis apapun ia berlangsung, selapang apapun kita menerimanya, tetap saja menyisakan kehampaan.

Tapi, bukankah keterpisahan itu hanyalah tipu daya waktu?

(Diolah dari novel Tuhan Maha Romantis karya Azhar Nurun Ala)

SAJAK PERPISAHAN

 Tak kusangka ternyata kau akan segera pergi

Ingin rasanya kuteriakkan jangan pergi

Tetaplah bersamaku disini

Tapi aku sadar jika hari itu akan datang

Sedih hati ini melepas kepergianmu sahabat

Sesak dada ini mengingat kau akan melangkah pergi

Meninggalkan semua tawa bahagia kita

Kau adalah sejarah, kau adalah teladan

Kau adalah panutan, kau adalah sandaran

Kau adalah inspirasi, kau memang luar biasa

Kau adalah orang baik dan berhati emas


Semoga kami mendapatkan pengganti yang lebih baik darimu

Semoga kau selalu sehat dan berbahagia disana

Terima kasih telah menjadi bagian dari hidup kami

Terima kasih telah berbagi canda tawa bersama kami


Aku tak akan mengucapkan kata perpisahan

Aku tak akan mengucapkan selamat tinggal

Karena aku ingin bertemu denganmu lagi

Di sana, di SurgaNya, dalam RidhoNya

Aku ingin melihat senyummu lagi

Aku ingin bersamamu lagi 

Semoga Alloh memperkenankan

(YSK)

Jumat, 11 Desember 2020

TOLAK DENGAN JELAS

 Jika engkau memang tidak bersedia atau ingin menolak pinangan seorang ikhwan yang melamarmu, maka katakanlah dengan JELAS dan jangan memberikan sebuah jawaban SEMU penuh keraguan yang nantinya bisa disalahtafsirkan. Dan jangan pula DIAM, karena nanti akan dianggap sebagai bentuk persetujuan.

Pada dasarnya untuk menolak pinangan seorang ikhwan memang harus tegas dan jangan terkesan memberikan harapan semu ke depan, yg nantinya justru lebih menyakitkan.

Misalnya dengan kalimat: “Afwan akhi, saya bukanlah yang terbaik buat akhi. Allah pasti akan memberikan yg jauh lebih baik untuk akhi”.

Dari jawaban ini, seorang ikhwan harusnya sudah mengerti bahwa engkau menolak pinangannya. Dan lihatlah, jawabannya sama sekali tidak meninggalkan sedikitpun bentuk keraguan ataupun masih memberi harapan. Penolakannya benar-benar penolakan yg serius, tidak sedikitpun memberi harapan, akan tetapi tetap memberi motivasi dan tidak terkesan menjatuhkan harga diri si ikhwan.

Saudariku muslimah, perlu diingat sekali lagi: JANGAN sedikitpun memberi harapan semu kalau memang engkau tidak mau dan tidak mampu memberikannya. JANGAN sampai engkau berkata: “ Afwan akhi, saat ini saya belum bisa menerima karena saya harus menyelesaikan kuliah terlebih dahulu”.

Coba kita cermati sekali lagi kalimat penolakan tersebut. Kalimat itu sama sekali tidak ada unsur ketegasan dalam penolakannya. Kalimat itu masih memberikan harapan dikemudian hari. Saudariku, kalau engkau memang ingin menolak pinangannya, lebih baik engkau sampaikan saja dengan perkataan yg lugas, sebuah pernyataan yg tidak akan menimbulkan keraguan sedikitpun. Karena, boleh jadi ketika engkau berkata demikian itu ( yaitu saat ini masih ingin melanjutkan kuliah ), maka saudaramu itu betul-betul sabar untuk menunggu sampai engkau lulus kuliah. Dan setelah engkau lulus, “Proposal” itu bakal dia ajukan kembali kepadamu. Kalau nanti hal itu terjadi, maka bagaimana engkau akan bersikap..? Tentu engkau tidak ingin dicap sebagai Akhwat yg Plin-Plan bukan..?

Jadi haruslah jelas semua yg engkau katakan kepadanya. Jangan sampai ada kesamar-samaran. Demikian juga engkau wahai saudaraku, bila datang seorang akhwat saudarimu yg mengajukan diri agar engkau melamarnya, dan engkau merasa tidak atau kurang cocok dengannya, maka tolaklah dengan kalimat yg jelas.

(Disarikan dari permatacindera.blogspot.com)

FILM KITA


 

IKHLAS ITU

 Ikhlas itu….

Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.

Ikhlas itu…

Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.

Ikhlas itu…

Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.

Ikhlas itu…

Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

Ikhlas itu…

Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

Ikhlas itu…

ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisi mu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

Ikhlas itu..

Ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

Ikhlas itu…

Ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.

Ikhlas itu…

Ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika tertinggal mendorongmu mempercepat kecepatan.

Ikhlas itu…

Ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

Ikhlas itu…

Ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar , dan ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta dan data...

-Ustadz Zainal Abidin. Lc-